Categories: KaltaraNunukan

BPBD Nunukan Tutup Pencarian di Hari Ke – 10, Korban Ahmad Ramadhani Masih Belum Ditemukan.

Nunukan, NETrespon.id – Pencarian korban Lakalaut SB Cinta Putri 3 oleh Tim Rescue Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan resmi dinyatakan selesai dan ditutup pada hari ke – 10, Jumat, 7 Februari 2025 dan tidak akan dilanjutkan.

Tambahan waktu pencarian korban selama 3 hari sejak rabu (5/2) dari BPBD Nunukan tidak juga membuahkan hasil dan korban atas nama Ahmad Ramadhani (22) masih belum ditemukan hingga operasi ditutup hari ini.

Kasubbid Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin mengatakan tim pencarian sudah melakukan penyisiran diberbagai tempat namun sampai dengan hari terakhir pencarian tanda keberadaan dari korban belum tampak.

“Kami sudah berupaya melakukan penyisiran sejak hari pertama bersama tim gabungan, ditambah lagi 3 hari terakhir dari tim kami sendiri, tetap saja belum ada tanda – tanda korban,” Ujar Hasan.

Hasan menyampaikan, pihaknya menurunkan 2 unit speedboat untuk memaksimalkan pencarian namun karena banyaknya pondasi rumput laut yang membuat speedboad tidak bisa masuk kedalam area pondasi untuk melakukan penyisiran.

“Dari pagi hingga sore cuaca terpantau cerah hanya sedikit bergelombang dan 2 unit speedboad juga kami kerahkan untuk maksimalkan pencarian, karena sampai sore tadi tidak ada tanda – tanda
kita cukupkan pencarian hari ke – 10 ini,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan BPBD Kabupaten Nunukan senantiasa akan memantau laporan dari warga masyarakat yang mungkin menemukan keberadaan korban agar segera memberikan laporan kepada pihaknya agar dapat segera ditindaklanjuti.

Sebagai informasi, kecelakaan laut SB Cinta Putri 3 di Perairan Kinabasan, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan terjadi pada Rabu (29/1/2025) lalu.

Speedboad yang membawa 18 orang penumpang dari pelabuhan Aji Putri hendak menuju ke Kanduangan Sei Menggaris tanpa standar keselamatan tersebut diterjang ombak hingga terbelah dan tenggelam.

Selama Operasi Pencarian Tim Gabungan Basarnas, BPBD, dan TNI – Polri serta dibantu oleh masyarakat, berhasil menyelamatkan 10 orang, 7 orang diketemukan meninggal dunia dan 1 orang hingga operasi terakhir ini ditutup masih dalam pencarian.

Identitas korban yang belum ditemukan :
1. Ahmad Ramadhani/ Ahmad (22), warga Jalan Yos Sudarso, kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan. (*)

Redaksi

Recent Posts

EKSEKUTIF KABUPATEN LMND NUNUKAN TOLAK INISIASI SEKOLAH RAKYAT!!!

Jika dilihat dari situasi sekarang Sekolah rakyat merupakan jalan lain dalam memberikan kesenjangan yang lebih…

10 bulan ago

Sekolah Katolik di Kaltara Berharap Dukungan Dari Pemerintah Daerah dan Provinsi.

Nunukan, NETrespon.id - Kegiatan tahunan retret antara dua sekolah SMA Katolik Frateran St. Gabriel Nunukan…

1 tahun ago

Ret-Ret SMA Katolik Frateran Nunukan dan Don Bosco Tarakan: “Menjadi Manusia Berkarakter untuk Masa Depan”

Nunukan, NETrespon.id - Dalam rangka meningkatkan jati diri siswa - siswi, SMA Katolik Frateran Santo…

1 tahun ago

KPU Nunukan Tetapkan Irwan Sabri – Hermanus Sebagai Bupati Terpilih Kabupaten Nunukan.

Nunukan, NETrespon.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan tetapkan H. Irwan Sabri - Hermanus sebagai…

1 tahun ago

Pukul Istri Dengan Sapu Hingga Lebam dan Jari Patah, Pria Ini Dilaporkan Istri Sendiri.

Nunukan, NETrespon.id - Seorang pria berinisial SUK (42) warga Jl. Sei Banjar Desa Binusan, Kecamatan…

1 tahun ago

Tumpang Tindih Regulasi Hambat Solusi, Saddam : Sebaiknya Aturan-Aturan Menyesuaikan Kondisi Masyarakat.

Nunukan, NETrespon.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Nunukan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait…

1 tahun ago